7 Langkah Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Anak-anak mudah terserang penyakit seperti flu dan batuk. Untuk itu anda sebagai orang tua harus pandai mencari cara untuk mencegah anak terserang penyakit tersebut, salah satunya adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh anak. Berikut beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh pada anak:

1. Berikan ASI eksklusif
ASI eksklusif memiliki segudang manfaat, salah satunya adalah meningkatkan daya tahan tubuh anak terutama pada bayi & balita. Sebab, ASI mengandung komponen antibodi dan sel darah putih. ASI eksklusif pada bayi baru lahir bisa mencegah meningitis, alergi, meningkatkan kekuatan otak ,mencegah pneumonia, mencegah diare, mencegah infeksi telinga, dan sindrom kematian mendadak.
Namun tidak semua Ibu dapat memberikan ASI Eksklusif pada anak-anak mereka. Setidaknya, berikan ASI pada bayi usia 1-3bulan. Agar bayi memiliki antibodi yang cukup untuk melindunginya dari berbagai penyakit.

2. Ajak anak untuk berolahraga
Olahraga merupakan salah satu cara alami untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak. Olahraga juga dapat menguatkan otot jantung dan meningkatkan sel antibodi dalam tubuh serta memperkuat tulang dan otot. Olahraga yang dapat dilakukan bisa dengan olahraga ringan seperti berenang, bersepeda atau berjalan kaki. Hal ini sebaiknya dilakukan secara rutin setiap hari agar anak terbiasa menjalani hidup sehat dengan olahraga.

3. Perhatikan asupan makanan
Rutin mengkonsumsi buah dan sayur memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah dapat menangkal serangan bakteri dan virus yang berbahaya bagi tubuh sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak. Buah dan sayur yang mengandung vitamin C terbukti dapat meningkatkan sel darah putih untuk melawan virus.
Selain itu, rutin mengkonsumsi buah dan sayur juga dapat melindungi anak dari penyakit kronis seperti kanker atau penyakit jantung saat dewasa. Beberapa contoh sayuran dan buah yang kaya manfaat seperti wortel,jeruk, kacang hijau, stroberi, dan brokoli. Anda bisa memvariasikan makanan anak dengan beberapa contoh sayur dan buah tersebut. Sedangkan untuk camilan bisa menyiapkan aneka olahan susu seperti yoghurt, salad buah atau kacang-kacangan.

4. Rajin mencuci tangan
Ajari anak-anak mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan, setelah bermain diluar ataupun saat berkegiatan yang memungkinkan mereka terkena bakteri. Dengan mencuci tangan dapat mencegah kerusakan sistem imun anak. Saat sedang bepergian atau berada diluar rumah anda dapat membawa tisu basah atau hand sanitizer untuk mengantisipasi jika tidak ada tempat untuk cuci tangan agar kebiasaan mencuci tangan tetap bisa dilakukan.

5. Mengupayakan agar anak tidur cukup
Kurang tidur dapat mengurangi jumlah antibodi dalam tubuh yang jika dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit berbahaya seperti kanker. Pada anak-anak kurang tidur dapat membuatnya lebih mudah tertular penyakit. Normalnya bayi baru lahir membutuhkan waktu tidur 18 jam sehari, sedangkan pada balita antara 12-13 jam dan pada anak prasekolah setidaknya membutuhkan waktu tidur 10 jam setiap hari. Hal ini perlu diperhatikan agar anak tetap memiliki energi yang cukup dan daya tahan tubuhnya dapat meningkat.

6. Hindari asap rokok
Polusi kendaraan dan asap rokok dapat sangat berbahaya bagi tubuh anak-anak. Asap berbahaya ini dapat mengiritasi organ pernapasan anak, sehingga membuat mereka lebih rentan terserang bronkitis atau asma. Perlu diketahui bahwa, sebatang rokok mengandung lebih dari 4.000 toksin yang bisa mengiritasi atau membunuh sel dalam tubuh. Jadi jika ada anggota keluarga yang merokok sebaiknya diberikan pengertian untuk menjauhkan diri dari anak-anak misalnya dengan merokok di luar rumah agar anak-anak tidak terpapar dengan asapnya. Jika anda berpergian dengan kendaraan umum atau kendaraan roda dua sebaiknya gunakan masker pada anak. Hal ini penting dilakukan agar daya tahan tubuhnya dapat meningkat.

7. Hindari penggunaan antibiotik yang terlalu sering
Hingga saat ini banyak orang tua yang salah tangkap terhadap manfaat antibiotik. Walaupun anak anda sering flu,batuk, atau diare tak berarti ia membutuhkan antibiotik. Antibiotik sendiri sebenarnya merupakan obat yang digunakan khusus untuk membunuh bakteri. Penyakit yang disebabkan oleh virus tidak bisa diobati dengan antibiotik. Bila anak menderita penyakit yang tidak disebabkan oleh bakteri sebaiknya tidak perlu diberikan antibiotik. Penggunaan antibiotik sembarangan justru akan memperburuk kondisi anak, seperti membunuh bakteri baik dalam tubuh, merusak organ-organ tubuh yang belum sempurna, serta membuat bakteri-bakteri bermutasi dan menjadi kebal terhadap antibiotik. Akibatnya obat antibiotik justru tidak ampuh lagi dalam membunuh bakteri. Selain itu, antibiotik juga dapat menimbulkan reaksi alergi pada anak.